Tuesday, 21 August 2012

Amerika bekukan uang USD 150 juta milik Hizbullah

Pemerintah Amerika Serikat membekukan uang sebanyak USD 150 juta atau setara Rp 1.4 triliun diduga milik organisasi perlawanan Hizbullah. Menurut mereka dana itu adalah hasil tindak pencucian uang dari penjualan narkotika dan kejahatan lain.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (21/8), pembekuan aset itu diumumkan oleh Jaksa Preet Bhahara dan Kepala Badan Penanggulangan Narkotika (DEA) Michele Leonhart. Menurut keduanya, aliran uang itu berasal dari sebuah rekening di Bank Libanon Kanada dan digunakan buat bertransaksi menggunakan mata uang Amerika.
Menurut Leonhart, mereka sudah mengusut kepemilikan rekening itu sejak tahun lalu dan menemukan Bank Libanon Kanada memainkan peran penting dalam tindak pencucian uang milik Hizbullah. "Hasil penyelidikan kami memperlihatkan berbagai organisasi kriminal menggunakan sistem perbankan Amerika Serikat buat cuci uang, buat dikirim kembali lewat Afrika Barat dan Libanon," kata Leonhart.
Leonhart menambahkan DEA dan pihaknya bakal terus membongkar jaringan pembiayaan Hizbullah. Selain itu mereka bakal terus menyelidiki hubungan antara uang hasil penjualan narkotika dan pembiayaan teroris.
Amerika Serikat dan Israel mencantumkan Hizbullah ke dalam daftar organisasi teroris dunia. Organisasi dipimpin Hasan Nasrallah itu merupakan basis perjuangan terkuat di Libanon. Tetapi, Uni Eropa menolak menggolongkan organisasi itu sebagai teroris lantaran mereka dianggap terlibat aktif sebagai partai politik.
Belum lama ini Otoritas Keuangan Amerika di New York, Amerika Serikat, menuding bank Standard Chartered melakukan transaksi dengan Hizbullah dan Iran. Tetapi, beberapa petinggi bank asal Inggris itu menolak tuduhan itu. Mereka mengatakan tudingan itu tidak berdasar.

No comments:

Post a Comment