Friday, 17 August 2012

PROFIL H. WAHIDIN HALIM


WAHIDIN HALIM, lahir pada 14 Agustus 1954 di kampung Pinang Tangerang.Sebuah tempat yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.Tanah warisan orang tuanya adalah tempat dimana ia memulai segala aktivitasnya hingga kini.Ayahnya hanya seorang guru yang bersahaja,yang lebih mengabdikan hidupnya pada pendidikan.
Wahidin kecil memulai pendidikannya di SD Pinang,yang kalaitu berdinding bambu dan berlantai tanah.Wajar jika semasa itu ia tidak mengenal sepatu,layaknya anak sekolahan masa kini.Setamat SD,ia melanjutkan SMP di Ciledug.Baginya,berjalan kaki setiap hari ke Ciledug merupakan keharusan, lantaran ayahnya juga tak mampu membelikan sepeda,bahkan sekedar sepatu sekalipun.Lagi-lagi ia harus menerima kenyataan itu.Maklum,ayahnya hanya seorang guru yang kala itu penghasilannya hanya sebatas untuk makan.
Selepas SMP,ia melanjutkan pendidikannya ke SMA di Tangerang.Berbekal nasehat orang tuanya untuk belajar,belajar,dan, belajar;dengan sabar ia bersepeda ke sekolahnya di Tangerang,meski harus melewati jalan tanah yang becek.Nasehat itulah yang terus menyemangatinya belajar,hingga berhasil memasuki perguruan tinggi.Wahidin muda kemudian tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Indonesia,Jakarta-sebuah Perguruan Tinggi Negeri ayng terkenal sangat ketat dalam penyeleksian calon mahasiswanya hingga akhirnya berhasil tamat.
Tahun 1978,ditengah perjalanan masa mudanya,ia didaulat oleh warga desanya untuk ikut pencalonan Kepala Desa.Tidak disangka,ia kemudian terpilih sebagai Kepala Desa.Maka,jadilah Wahidin muda seorang Kepala Desa termuda dan berpendidikan sarjana yang pertama di Tangerang; bahkan status bujangan.Dari sinilah ia mulai mengenal makna mengabdi yang sesungguhnya.Tiga tahun kemudian,gadis jawa teman kuliahnya ia nikahi;dan hingga kini ia telah dikaruniai 3 orang anak.
UU No.5 tahun 1979 mengantarnya menjadi Pegawai Negeri.Dan saat itulah ia memulai karirnya sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil).Obsesi untuk mengabdi kepada masyarakat merupakan pilihannya,hingga ia tertuntut untuk berbuat lebih banyak lagi bagi masyarakatnya.
Menjadi Sek-Kotif,kemudian Kabag di Kabupaten Tangerang,Camat Tigaraksa,Camat Ciputat,Kepal Dinas,Asisten Pemda Tangerang,Sekda Kota Tangerang,Walikota Tangerang periode 2003-2008,kini untuk kedua kalinya menjabat sebagai Walikota periode 2009-2013.Itulah sederet perjalanan karir pengabdiannya kepada masyarakat hingga kini. Sebuah perjalanan karir yang barang kali jarang dimiliki orang lain.
Bakat dan aktivitas sosialnya sangat kelihatan sejak kecil.Menjadi juara pidato tingkat anak-anak didesanya adalah prestasi yang mengawali keberadaannya dimasyarakat.
Mencari rumput dan angon kerbau peliharaan sang ayah,atau mandi di kali Angke menjadikannya terasah dalam menghadapi realitas kehidupan disekitarnya,sekaligus mengajarinya banyak hal tentang arti kehidupan.Dari sini pulalah ia mulai memahami detak jantung masyarakatnya.Tempaan sang ayah inilah yang kemudian memberanikan Wahidin muda untuk mengorganisir orang muda dikampungnya melalui Karang Taruna maupun Remaja Mesjid.
Saat kuliah ia juga aktif mengkoordinir remaja mesjid kampusnya.Menjadi pimpinan asrama mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di kampusnya,sebagai ketua AMPI,pengurus KNPI; adalah pengalaman organisasi yang terus menempa watak kepemimpinannya.Bahkan ditengah kesibukannya sebagai Kepala Desa,ia masih menyempatkan diri mengajar di SMP PGRI dan SMA di kampungnya.Ini ia lakukan semata untuk mengabdi kepada masyarakat.
Menekuni agama malalui pengajian rutin tiap Rabu dan Jumat di rumahnya,serta aktif mangikuti pengajian didaerahnya merupakan langkah yang ia sadari akan selalu menuntunnya ke kebenaran yang hakiki.Oleh karena itulah,sejak lama,ia dipercaya menjadi Ketua Dewan Kesejahteraan Mesjid Al-Jihad,Pinang,Tangerang dan Ketua Dewan Kesejahteraan Mesjid Al-Azhom,Tangerang.Bahkan ia pun kerap diminta menjadi khotib di beberapa mesjid.
Aktifitasnya tidak berhenti sampai disitu.Dunia persilatan warisan engkongnya,yang ia tekuni sejak kecil,ternyata mengantarnya untuk menjadi Ketua IPSI Kabupaten Tangerang.Bahkan sejak tahun 70-an,ia juga telah mendirikan padepokan silat di samping rumahnya dan merekrut pemuda untuk menjadi manusia tangguh dan berbudi.Dari sinilah ribuan pemuda hasil binaannya menyebar ke berbagai tempat.
Kepedulian dirinya terhadap persoalan sosial terutama dunia pendidikan-ia wujudkan dengan membentuk sebuah lembaga,yakni Yayasan Kemanusiaan Nurani Kami pada tahun 1977.Yayasan ini sampai sekarang mampu memberikan beasiswa kepada 150 orang,mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.Dan ketika ekonomi krisis melanda,ia pun harus bekerja lebih keras lagi mengingat jumlah anak putus sekolah kian bertambah.
Kemampuan intelektual, integritas moral serta kepiawaian berkomunikasi dengan berbagai kalangan telah menjadikannya sebagai salah satu seorang birokrat yang sangat diperhitungkan oleh berbagai elemen masyarakat di Tangerang,termasuk ormas-ormas besar.Tetapi,ia tetap saja bersahaja seperti ayahnya, tuan guruĂ‚, yang ia kagumi.

Keluarga
Dari hasil Perkawinan dengan gadis Jawa teman kuliah di Universitas Indonesia bernama Ninik Nur'aini yang merupakan putri dari seorang Keluarga Militer, kini telah dikaruniai 3 orang anak dan 1 (satu) orang cucu, yaitu :
1. Luky Winiastri
2. Nesya Sabina
3. M. Fadhelin Akbar
Pola pendidikan demokratis yang pernah didapat dari kedua orangtuanya dulu, berlanjut kepada ketiga anaknya. Saya bersikap demokratis di keluarga, sama halnya seperti ayah saya dulu. Saya tidak mendikte mereka harus sekolah kemana, mau ke pesantren atau mau dagang, silakan saja. Yang penting niat dan caranya dalam sekolah atau dagang dilakukan secara baik, katanya.

Berikut perjalanan karir beliau :
  1. Kepala Desa Pinang (1-1-1981)
  2. Kasubdin Pajak Kotif Tangerang (11-4-1988)
  3. Sekretaris Kotif (12-11-1988)
  4. Pejabat yang melaksanakan tugas Walikota
  5. Kabag Pembangunan (6-4-1991)
  6. Camat Tigaraksa (7-8-1993)
  7. Camat Ciputat (7-8-1993)
  8. Kepala Dinas Kebersihan (6-8-1997)
  9. Asisten Tata Prasaran (30-9-1998)
  10. Sekda Kota Tangerang (11-9-2002)
  11. Walikota Tangerang (14-11-2003) s.d. sekarang

TEROBOSAN DAN PRESTASI KOTA TANGERANG KEPEMIMPINAN H. WAHIDIN HALIM
  1. Pelayanan Publik Terbaik dari Kementerian PAN RI, Tahun 2003 ;
  2. Peringkat I Intensifikasi PBB se-Provinsi Banten, Tahun 2005 ;
  3. Penghargaan Sebagai Pemuda Pelopor Dari Menpora RI, Tahun 2005 ;
  4. Pengelolaan Keuangan Terbaik se-Provinsi Banten Versi BPK RI, Tahun 2006 ;
  5. Piala Citra Abdi Negara Untuk Pelayanan Publik Terbaik Tingkat Nasional Dari Presiden RI, Tahun 2006 ;
  6. Men Obsession Award Bidang Pemerintahan dan Pelayanan Publik dari Majalah Men Obsession, Tahun 2006 ;
  7. Pengelolaan Keuangan Terbaik se-Indonesia dari Departemen Keuangan RI, Tahun 2007 ;
  8. Lencana Dharma Bhakti Bidang Kepramukaan oleh Presiden RI dari Kwartir Nasional, Tahun 2007 ;
  9. Tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI, Tahun 2007 ;
  10. Predikat Pelopor Pendidikan Nasional dari Depdiknas RI, Tahun 2008 ;
  11. Predikat Pembangunan Sekolah dengan Kualitas Terbaik Standar Bermutu Tingkat Nasional dari Depdiknas RI, Tahun 2008 ;
  12. Nominator 4 Besar BPKP Award dari BPK RI, Tahun 2008 ;
  13. Tingkat Kepuasan Masyarakat atas Pelayanan Kinerja Pemkot Capai 71 % dari LSI, Tahun 2008 ;
  14. Pelopor se-Abad Kebangkitan Nasional dari Jawa Post, Tahun 2008 ;
  15. Tanda Penghargaan Lencana Melati dari Kwartir Nasional, Tahun 2008 ;
  16. Warta Ekonomi E-Government Award Bidang Website Terbaik dari Majalah Warta Ekonomi, Tahun 2008 ;
  17. Penghargaan Atas Upaya Pencapaian Pelaporan Keuangan Yang Baik Tahun Anggaran 2007 dari BPK RI, Tahun 2008 ;
  18. Penghargaan Atas Laporan Keuangan Tahun 2007 dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI Tahun 2008 ;
  19. Penghargaan sebagai Daerah Berprestasi Berdasarkan Kinerja Keuangan, Kinerja Ekonomi dan Kesejahteraan dari Departemen Keuangan RI, Tahun 2009 ;
  20. Penghargaan Amal Bhakti dari Departemen Agama, tahun

No comments:

Post a Comment