Showing posts with label LIRIK IWAN FALS. Show all posts
Showing posts with label LIRIK IWAN FALS. Show all posts

Saturday, 10 May 2014

LIRIK IWAN FALS -CELOTEH CAMAR TOLOL DAN CEMAR


Api menjalar dari sebuah kapal
Jerit ketakutan
Keras melebihi gemuruh gelombang
Yang datang

Sejuta lumba lumba mengawasi cemas
Risau camar membawa kabar
Tampomas terbakar
Risau camar memberi salam
Tampomas Dua tenggelam

Asap kematian
Dan bau daging terbakar
Terus menggelepar dalam ingatan

Hatiku rasa
Bukan takdir tuhan
Karena aku yakin itu tak mungkin

Korbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa
Demi peringatan manusia

Korbankan ratusan jiwa
Mereka yang belum tentu berdosa
Korbankan ratusan jiwa
Demi peringatan manusia

Bukan bukan itu
Aku rasa kita pun tahu
Petaka terjadi
Karena salah kita sendiri

Datangnya pertolongan
Yang sangat diharapkan
Bagai rindukan bulan
Lamban engkau pahlawan
Celoteh sang camar

Bermacam alasan
Tak mau kami dengar
Di pelupuk mata hanya terlihat
Jilat api dan jerit penumpang kapal

Tampomas sebuah kapal bekas
Tampomas terbakar di laut lepas
Tampomas tuh penumpang terjun bebas
Tampomas beli lewat jalur culas
Tampomas hati siapa yang tak panas
Tampomas kasus ini wajib tuntas
Tampomas koran koran seperti amblas
Tampomas pahlawanmu kurang tangkas
Tampomas cukup tamat bilang naas

LIRIK IWAN FALS -ASMARA TAK SECENGENG YANG AKU KIRA


Bekas tapak tapak sepatu
Yang kupakai selalu ikuti
Kemana ku berjalan

Debu dan keringat
Yang ada diatas kulit tubuh ini
Saksi bisu bahwasannya
Tak mudah dan tak segampang
Yang selama ini aku sangka tentang asmara

Cermin di segala tempat
Sahabat terdekat
Tak pernah terlambat

Menampung setiap ungkapan
Mendekap semua keluhan
Meraih suka
Menangkap tawa
Merebut duka

Satu cerita dua manusia
Terlibat dalam amuk asmara
Satu cerita yang memang ada
Tak mungkin mati jelas abadi
Selama manusia hidup dalam alam ini

Maafkan kalau ku salah duga
Ternyata asmara itu
Tak mudah tak gampang dan tak secengeng
Yang kukira yang kusangka

LIRIK IWAN FALS -SIANG PELATARAN SD SEBUAH KAMPUNG


Sentuhan angin waktu siang
Kibarkan satu kain bendera usang

Di halaman sekolah dasar
Di tengah hikmat anak desa nyanyikan lagu bangsa
Bergemalah

Tegap engkau berdiri walau tanpa alas kaki
Lantang suara anak anak disana

Kadar cinta mereka tak terhitung besarnya
Walau tak terucap namun bisa kurasa
Bergemalah

Ya ha ha hau
Harapan tertanam
Ya ha ha hau
Tonggak bangsa ternyata tak tenggelam

Dengarlah nyanyi mereka kawan
Melengking nyaring menembus awan
Lihatlah cinta bangsa di dadanya
Peduli usang kain bendera

LIRIK IWAN FALS -BERIKAN PIJAR MATAHARI

Terhimpit gelak tertawa
Diselah meriah pesta
Seribu gembel ikut menari
Seribu gembel terus bernyanyi

Keras melebihi lagu tuk berdansa
Keras melebihi gelegar halilintar
Yang ganas menyambar

Kuyakin pasti terlihat
Dansa mereka begitu dekat
Kuyakin pasti terdengar
Nyanyi mereka yang hingar bingar

Seolah kita tidak mau mengerti
Seolah kita tidak mau perduli
Pura buta dan pura tuli

Mari kita hentikan
Dansa mereka
Dengan memberi pijar matahari
Dengan memberi pijar matahari

Terkurung gedung gedung tinggi
Wajah murung yang hampir mati
Biarkan mereka iri
Wajar bila mencaci maki

Napas terasa sesak bagai terkena asma
Nampak merangkak degup jantung keras berdetak
Setiap detik sepertinya hitam

Tak sanggup aku melihat
Lukamu kawan dicumbu lalat
Tak kuat aku mendengar
Jeritmu kawan melebihi dentum meriam

LIRIK IWAN FALS -JENDELA KELAS SATU


Duduk dipojok bangku deretan belakang
Didalam kelas penuh dengan obrolan
Slalu mengacau laju hayalan

Dari jendela kelas yang tak ada kacanya
Dari sana pula aku mulai mengenal
Seraut wajah berisi lamunan

Bibir merekah dan merah selalu basah
Langkahmu tenang kala engkau berjalan
Tinggi semampai gadis idaman

Reff:

Kau datang membawa
Sebuah cerita
Darimu itu pasti lagu ini tercipta
Darimu itu pasti lagu ini tercipta

Dari jendela kelas yang tak ada kacanya
Tembus pandang kekantin bertalu rindu
Datang mengetuk pintu hatiku

Kembali ke: Reff

LIRIK IWAN FALS - SEMOGA KAU TAK TULI TUHAN


Begitu halus tutur katamu

Seolah lagu termerdu

Begitu indah bunga-bungamu

Diatas karya sulam itu

Tampilkan kebajikan seorang ibu


Dengarlah detak jantung benihku

Yang ku tanam dirahim mu

Seakan pasrah menerima

Semua warna yang kita punya,

Segala rasa yang kita bina


Ku harap kesungguhanmu,

Kaitkan jiwa bagai sulam dikarya itu

Ku harap keikhlasanmu,

Sirami benih yang ku tabur ditamanmu.


Oh jelas, rakit pagar semakin kuat

Tak goyah, walau diusik unggas.



Pintaku pada Tuhan mulia

Jauhkan sifat yang manja

Bentuklah segala warna jiwanya

Diantara lingkup manusia

Diarena yang bau busuknya luka


Bukakan mata pandang dunia

B'ri watak baja padanya

Kalungkan tabah kala derita

Semoga kau tak tuli Tuhan,

Dengarlah pinta kami sebagai orangtuanya

LIRIK IWAN FALS -KERETA TIBA PUKUL BERAPA


Hilang sabar dihati dan tak terbendung lagi

Waktu itu

Lama memang kutunggu kedatanganmu

Sobat karibku

Datang telegram darimu


Dua hari yang lalu

Tunggu aku

Di stasiun kereta itu pukul satu

Ku pacu sepeda motorku

Jarum jam tak mau menunggu

Maklum rindu


Traffic light aku lewati

Lampu merah tak peduli

Jalan terus

Di depan ada polantas

Wajahnya begitu buas

Tangkap aku

Tawar menawar harga pas tancap gas


Sampai stasiun kereta

Pukul setengah dua

Duduk aku menunggu

Tanya loket dan penjaga

Kereta tiba pukul berapa

Biasanya...kereta terlambat

Dua jam mungkin biasa

Dua jam cerita lama

LIRIK IWAN FALS - SUMBANG


Kuatnya belenggu besi

Mengikat kedua kaki

Tajamnya ujung belati

Menujam di ulu hati

Sanggupkah tak akan lari walau akhirnya

Pasti mati

Di kepala tanpa baja di

Tangan tanpa senjata

Akh itu soal biasa yang

Singgah di depan mata kita


Lusuhnya kain bendera di

Halaman rumah kita

Bukan satu alasan untuk kita tinggalkan

Banyaknya persoalan yang datang tak

Kenal kasian menyerang dalam gelap


Memburu kala haru dengan

Cara main kayu

Tinggalkan bekas biru lalu

Pergi tanpa ragu

Setan-setan politik kan datang mencekik

Walau dimasa pacekik tetap mencekik


Apakah slamanya politik itu kejam?

Apakah selamanya dia datang

'Tuk menghantam?

Ataukah memang itu yang sudah

Digariskan?

Menjilat, menghasut, menindas

Memperkosa hak-hak sewajarnya


Maling teriak maling sembunyi balik

Dinding pengecut lari terkencing-kencing

Tikam dari belakang lawan lengah

Diterjang lalu sibuk mencari kambing

Hitam


Selusin kepala tak berdosa

Berteriak hingga serak didalam ngeri

Yang congkak lalu senang dalang

Tertawa...he...he...he...he...

LIRIK IWAN FALS -TARMIJAH DAN PROBLEMNYA


Cerita duka pembantu rumah tangga
Harga Tarmijah sebulan delapan ribu rupiah

Di pagi buta sedang pulas tidur kita
Neng Tarmijah sudah bangun lalu bekerja

Siapkan sarapan
Bersihkan halaman
Siapkan pakaian
Seragam sekolah untuk anak majikan

Setelah beres Tarmijah dipanggil nyonya
Pergi ke pasar belanja ini hari

Asin sedikit Tarmijah di caci maki
Masakan lezat tak pernah di puji

Oh sudah pasti keki
Namun hanya disimpan dalam hati

Di malam minggu anak majikan berdandan
Sambut sang pacar itu suatu kewajiban

Nona Tarmijah tak mau ketinggalan
Lalu berdandan siap untuk berkencan

Nyonya majikan lihat Tarmijah berkencan
Di muka rumah terhalang pagar halaman

Nyonya naik pitam
Tarmijah kena hantam
Nyonya naik pitam
Tarmijah kena hantam

Tarmijah K.O.
Tarmijah K.O.

LIRIK IWAN FALS - TAK BIRU LAGI LAUTKU


Hamparan pasir
Tampak putih berbuih
Kala sisa ombak merayap

Hamparan pasir
Terasa panas menyengat
Di telapak kaki yang berkeringat

Camar camar hitam
Terbang rendah melayang
Di sekitar perahu nelayan

Daun kelapa
Elok saat melambai
Mengikuti arah angin

Tampak ombak
Kejar mengejar menuju karang
Menampar tubuh pencari ikan

Semilir angin berhembus
Bawa dendang unggas laut
Seperti restui jala nelayan

Gurau mereka
Oh memang akrab dengan alam
Kudengar dari kejauhan

Dan batu batu karang
Tertawa ramah bersahabat
Memaksa aku tuk bernyanyi

Tampak ombak
Kejar mengejar menuju karang
Menampar tubuh pencari ikan

Semilir angin berhembus
Bawa dendang unggas laut
Seperti restui jala nelayan

Itu dahulu
Berapa tahun yang lalu
Cerita orang tuaku

Sangat berbeda
Dengan apa yang ada

Tak biru lagi lautku
Tak riuh lagi camarku
Tak rapat lagi jalamu
Tak kokoh lagi karangku
Tak buas lagi ombakmu
Tak elok lagi daun kelapaku
Tak senyum lagi nelayanku
Tak senyum lagi nelayanku

LIRIK IWAN FALS -AMBISI


Langkahmu pelan tertatih
Dengan denyut nadi nyaris terhenti
Namun jangan padam ambisi

Rambutmu kusut tak rapi
Melekat di tubuh sejuta daki
Namun jangan padam ambisi
Namun jangan padam ambisi

Tak berkaki
Coba untuk berlari
Tak berjari
Cengkeram berulang kali
Keinginan dihati

Sinar terang lampu merkuri
Pasti akan engkau dapati
Tentu berbekal ambisi
Tentu tak tinggal ambisi

Tak bermata
Pandang dunia dengan jiwa
Tak bertelinga
Jangan cepat kecewa

Tak berkaki
Coba untuk berlari
Tak berjari
Cengkeram berulang kali
Keinginan dihati

LIRIK IWAN FALS -OPINIKU


Manusia sama saja dengan binatang

Selalu perlu makan

Namun caranya berbeda

Dalam memperoleh makanan

Binatang tak mempunyai akan dan pikiran

Segala cara halalkan demi perur kenyang

Binatang tak pernah tau rasa belas kasihan

Padahal di sekitarnya tertatih berjalan pincang


Namun kadangkala

Ada manusia seperti binatang

Bahkan lebih keji dari binatang


Tampar kiri kanan

Alasan untuk makan

Padahal semua tahu dia serba kecukupan

Himpit kiri kanan

Lalu curi jatah orang

Peduli sahabat kental kurus kering kelaparan

LIRIK IWAN FALS -SAPUKU SAPUMU SAPU SAPU


Tukang sapu kuli PU besar jasamu
Oh kawan
Dengan sapu ganyang sampah dan debu
Tuk sesuap makan

Hari panas hari hujan memang tantangan
Siapa bilang bukan
Namun tugas tetap jalan absen gaji melayang
Maklum kuli harian

Pernahkah tuan pikirkan
Jasa mereka
Pernahkah tuan renungkan
Harga keringatnya

Tukang sapu bawa sapu masuk di kantor
Bersihkan yang kotor
Cukong kotor mandor koruptor semua yang kotor
Awas kena sensor

Tukang sapu bawa sapu juga disapu
Kok bisa begitu
Istri iri lihat tetangga punya barang baru
Akupun begitu

Inilah manusia
Dengan segala macam warna hidupnya
Tuk mencapai bahagia
Semua jalan ditempuhnya

LIRIK IWAN FALS -ISI RIMBA TAK ADA TEMPAT BERPIJAK LAGI


Raung buldozer gemuruh pohon tumbang

Berpadu dengan jerit isi rimba raya

Tawa kelakar badut-badut serakah

Dengan hph berbuat semaunya

Lestarikan alam hanya celoteh belaka

Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu...

Oh mengapa.....


Oh...oh...ooooo......

Jelas kami kecewa

Menatap rimba yang dulu perkasa

Kini tinggal cerita

Pengantar lelap si buyung


Bencana erosi selalu datang menghantui

Tanah kering kerontang

Banjir datang itu pasti

Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi

Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia

Lestarikan hutan hanya celoteh belaka

Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu saja


Oh...oh...ooooo......

Jelas kami kecewa

Mendengar gergaji tak pernah berhenti

Demi kantong pribadi

Tak ingat rejeki generasi nanti


Bencana erosi selalu datang menghantui

Tanah kering kerontang

Banjir datang itu pasti

Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi

Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia

LIRIK IWAN FALS -AKU KAU DAN BEKAS PACARMU


tabir gelap yang dulu hinggap
lambat laun mulai terungkap
labil tawamu
tak pasti tangismu
jelas membuat aku sangat ingin mencari

apa yang tersembunyi
di balik manis senyummu
apa yang tersembunyi
di balik bening dua matamu

dapat ku temui
mengapa engkau tak pasti
lalu aku coba
untuk mengerti

saat engkau tiba
disimpang jalan
lalu kau bimbang
untuk tentukan arah tujuan

jalan gelap yang kau pilih
penuh lubang dan mendaki
jalan gelap yang kau pilih
penuh lubang dan mendaki

LIRIK IWAN FALS - OBAT AWET MUDA


Tante tante yang kesepian
Bertingkah seperti perawan
Berlomba lomba mencari pasangan
Persis oplet tua yang cari omprengan
Di ujung jalan
Saling berebut cari muatan

Slop dasi gaun model Paris
Eye shadow parfum impor
Duduk dibelakang stir mobil Mercedes
Pasangannya seorang pemuda
Yang jimatnya melebihi dosis
Sebesar burung belibis
Hey aku mendesis

Tuan yang merasa hidung belang
Keranjingan main perempuan
Tak peduli itu istri orang
Yang penting bisa ngasah pedang
Warisan dari nenek moyang
Pedang tajam wanita ditendang

Jangan nyonya ingat dong suami
Jangan tuan ingat anak istri
Jawab mereka apa ?
Justru itu harus kami lakukan
Mengapa harus dilakukan ?
Ndak tau ?
Karena itu karena itu

Obat awet muda

LIRIK IWAN FALS -GALANG RAMBU ANARKI


Galang rambu anarki anakku

Lahir awal januari menjelang pemilu

Galang rambu anarki dengarlah

Terompet tahun baru menyambutmu

Galang rambu anarki ingatlah

Tangisan pertamamu ditandai bbm

Membumbung tinggi (melambung)

Reff:

Maafkan kedua orangtuamu

Kalau tak mampu beli susu

Bbm naik tinggi

Susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi

Mungkin bayi kurang gizi (anak kami)


Galang rambu anarki anakku

Cepatlah besar matahariku

Menangis yang keras, janganlah ragu

Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku


Doa kami di nadimu

Monday, 5 May 2014

LIRIK BANGUNLAH PUTRA PUTRI PERTIWI -IWAN FALS


Sinar matamu tajam namun ragu

Kokoh sayapmu semua tahu

Tegap tubuhmu takkan tergoyahkan

Kuat jarimu kalau mencengkeram

Bermacam suku yang berbeda

Bersatu dalam cengkeramanmu

Angin genit mengelus merah putihku

Yang berkibar sedikit malu-malu

Merah membara tertanam wibawa

Putihmu suci penuh kharisma

Pulau pulau yang berpencar

Bersatu dalam kibarmu


Terbanglah garudaku

Singkirkan kutu-kutu di sayapmu oh.....

Berkibarlah benderaku

Singkirkan benalu di tiangmu

Jangan ragu dan jangan malu

Tunjukkan pada dunia

Bahwa sebenarnya kita mampu


Mentari pagi sudah membumbung tinggi

Bangunlah putra putri ibu pertiwi

Mari mandi dan gosok gigi

Setelah itu kita berjanji


Tadi pagi esok hari atau lusa nanti

Garuda bukan burung perkutut

Sang saka bukan sandang pembalut

Dan coba kau dengarkan

Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut


Yang hanya berisikan harapan

Yang hanya berisikan khayalan

LIRIK YANG TERLUPAKAN -IWAN FALS


denting piano

kala -jemari menari

nada merambat pelan

di kesunyian malam

saat datang rintik hujan

bersama setiap bayang

yang pernah terlupakan



hati kecil berbisik

untuk kembali padanya

s'ribu kata menggoda

s'ribu sesal di depan mata

seperti menjelma

saat aku tertawa

kala memberimu dosa



ooo...maafkanlah

ooo...maafkanlah



reff: rasa sesal di dasar hati

diam tak mau pergi

haruskah aku lari dari

kenyataan ini

pernah kumencoba tuk sembunyi

namun senyummu

tetap mengikuti

LIRIK PUING -IWAN FALS


Puing berserakan di segenap penjuru

Bekas pertempuran

Bau amis darah sisa asap mesiu

Sesak nafasku


Mayat-mayat bergeletakan

Tak terkubur dengan layak

Dan burung-burung bangkai menatap liar

Dan burung-burung bangkai berdansa senang


Di ujung sana banyak orang kelaparan

Ujung lainnya, wabah busung menyerang

Di sudut sana banyak orang kehilangan

Sudut lainnya bayi bertanya bimbang:

"mama kapan ayah pulang?"

"mama sebab apa perang?"

Mayat-mayat bergeletakan

Tak terkubur dengan layak

Dan burung-burung bangkai menatap liar

Dan burung-burung bangkai berdansa senang


Banyak jatuh korban

Dari mereka yang tak mengerti apa-apa

Suara tangis terdengar dari bekas reruntuhan

Seorang ibu muda yang baru melahirkan

Lama meratapi sesosok tubuh mayat suaminya


Dan burung burung bangkai menatap liar

Dan burung-burung bangkai berdansa senang


Tinggi peradaban teknologi berkembang

Senjata hebat terciptakan

Sarana pembantaian semakin bisa diwujudkan

Oh, mengerikan..........


Berhentilah...

Jangan salah gunakan

Kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan.....

Dan burung burung bangkai menatap liar

Dan burung-burung bangkai berdansa senang